Mengenal Tuhan, berarti mengetahui apa tujuan dan makna hidup.
Duduklah bersimpuh dengan tenang, pasang telinga dan hati, keluarlah dari
pikiran dan masuklah ke dalam hati.
Berwudhulah dengan khusuk, basulah dan bungkus hatimu dengan kain ihram yang
suci.
Gunakan seluruh potensi kecerdesanmu, kau berasal dari Ar Rasyid Allah yang
maha cerdas.
Pengenalan akan diri sesungguhnya akan mengantarkan kesadaran akan
keberadaan Sang Pencipta
Wukuf sesungguhnya adalah upaya untuk mengingat kembali jati diri dan
evaluasi tentang makna kehidupan sebenarnya.
Hidupkan hati karena hati bukanlah sebuah wadah untuk diisi, melainkan api
yang harus selalu dinyalakan.
Hiduplah dengan hatimu dengan bimbingan-NYA. Ia senantiasa memberitahumu apa
yang seharusnya dilakukan.
Apakah sudah engkau dengar bisikan ALLAh itu, Ia membimbing setiap langkah
dan tindakanmu pada kebaikan dengan ASMAUL HUSNA.
Dia berbisik terus menerus siang dan malam. Ia tidak berbisik lewat telinga
tetapi melalui hatimu dengan sangat halus dan lembut.
Suara hati menuntun apa yang dirasa benar dan yang dirasa salah pada saat
ini, hingga semuanya terbukti dimasa dating.
Hati nurani memberi petunjuk jalan yang harus ditempuh. Setiap manusia
sebenarnya telah memiliki radar hati masing-masing.
Hati adalah sumber keberanian , semangat dan komitmen. Ia sumber energi yang
menuntun kita untuk memimpin dan melayani.
Memegang teguh kata hati merupakan tuntutan hidup dalam menghadapi perubahan
kehidupan yang demikian cepat dan dinamis.
Jadikanlah suara hati ilahiah sebagai pusat prinsip yang akan memberikan
rasa aman, pedoman, kekuatan dan kebijaksanaan.
Mata hati mampu memilih dan mempriritaskan dengan tepat. Keputusan yang
diambil akan benar dengan cara yang adil dan bijaksana.
Bila manusia hendak berbuat tidak baik, pasti akan dilarang oleh suara hati
nuraninya, karena tuhan tidak menghendakinya.
Suara hati dan prinsip yang benar akan menyelematkan diri dari kenistaan dan
kehancuran.
Kebijaksanaan adalah menyelaraskan antara satu suara hati dengan suara hati
lainnya, didalam satu kesatuan pernyataan.
Manusia berasal dari surga maka sudah sepantasnya ia senantiasa menciptakan
surga di bumi.
Jika di hati telah dipenuhi syurga maka ia akan senantiasa berupaya agar
tercipta kedamaian, kelestarian, dan keindahan di muka bumi.
Syurga di dunia ada di hatimu, tengoklah ke dalam hatimu engkau akan
mengetahui bahwa sumber kebahagiaan dan keindahan sesunguhnya ada di sana.
Bila kita melihat pemandangan, kita baru melihat keindahan yang ada di luar.
Keindahan yang sesungguhnya apabila kita melihat alam maka kebahagiaan,
kesejukan dan kedamaian di tiupkan ke dalam hati.
Mereka melakukan visualisasi yaitu melihat, merasakan, mengalami, sebelum
mereka benar-benar melakukakannya,Mereka memulai dengan tujuan akhir di
benaknya.
Setiap orang mempunyai impian dalam batin. Ia bagai api yang tidak mampu
dipadamkan. Wawasan hebat memulai sebuah pekerjaan dari dalam.
Dari jutaan manusia, mungkin hanya segelintir yang mampu melihat nama ALLAh
di balik setiap peristiwa dan materi.
Jika engkau ikuti keinginan ALLAH maka tangan mu akan mengikuti gerakNYA,
kaki mu akan melangkah mengikuti langkah NYA.
Manusia mencintai Allah akan senantiasa merefleksikan Sifat-NYA dan
memancarkan Cahaya-NYA setiap saat.
Minta pada Allah agar Dia memberi kekuatan untuk mengikuti suara hati,
kebenaran, dan kemuliaan.
Kita senang sifat empati, bukankah Allah As Sami’ Yang Maha Mendengar.
Kedamaian yang tertinggi adalah diwakili oleh As Salam yang bagai Zam-Zam di
hamparan Padang Pasir gersang yang terus memancar hingga akhir Zaman.
Pusat Gravitasi jiwa manusia terletak pada pusat jiwa, yaitu sebuah kekuatan
yang senantiasa menarik manusia kea rah titik pusat.
Penuhi hati, jiwa dan seluruh rongga dada dengan nama Allah niscaya engkau
akan mendapatkan limpahan kebahagiaan dunia dan akhirat.
Jadilah Cahaya yang senantiasa menyinari siapapun tanpa pilih kasih, karena
engkau tercipta dari cahaya diatas cahaya.
Dekat dengan Allah, niscaya hidupmu akan senantiasa bermandi cahaya
kebahagiaan siang dan malam. Sebuah kebahagiaan yang tiaa terhingga.
Kamis, 27 Agustus 2009
UNTAIAN MUTIARA 165
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar