Sadarkah Anda bahwa setiapharinya ada 1.000 situs web baru diciptaka? Sementara, setiap tahunnya tidak kurang dari 30.000 jurnal hasil penelitian baru dipublikasikan. Ini adalah era ledakan informasi, dimana penyimpanan informasi, data dan buku tidak lagi bisa dilakukan secara statis dilemari arsip atau perpustakaan.
Situs web sekarang lebih dinamis, bisa setiap saat berpindah lokasi, nama, dan ukurannya. Jurnal pun sedemikian seringnya di up date, diubah, dikembangkan, bahkan dihilangkan. Jadi selain bertambahnya informasi, perubahannya pun sulit diikuti jika individu tidak pintar me-manage-nya.
Beberapa waktu yang lalu, unilever Indonesia dan Bank Indonesia dinobatkan sebagai juara 1 dan 2 untuk organisasi dengan Knowledge Management terbaik di Indonesia.Hal ini berarti bahwa organisasi tersebut sudah bisa memanfaatkan informasi yang ada dan menjadikannya pengetahuan yang diolah untuk berbagai kegiatan manajemen. Canggihnya sistim computer di era digital inilah yang memungkinkan hal tersebut.
Di level individu, tidak semua orang terbiasa dan terampil me manage informasi yang dimilikinya. Tidak Jarang kita temukan seorang manajer bahkan direktur “ngawur”, mengabaikan informasi yang ada, ketika akan mengambil keputusan, atau menganalisa suatu gejala dalam situasi kerja. Sebaliknya ada juga manajer atau direktur perusahaan berkutat dan terobsesi untuk mencari informasi sebanyak-banyaknya sehingga tidak produktif Karena kerap terlambat mengambil tindakan.
Individu mau tidak mau perlu mempunyai taktik untuk megelola informasi yang ia butuhkan untuk dijadikan dasar pengetahuan pribadinya. Banyak informasi perlu disikapi oleh individu, agar ia bisa mensistematisasikan dan mengembangkan Knowledge Management pribadinya. Ada individu yang tidak sadar bahwa dia tidak tahu, namun mengembangkan suatu isu dengan pengetahuan yang tidak factual dan belum terolah, alias : Sok Tahu.
Sebaliknya ada individu yang tidak sadar bahwa ia sebenarnya tahu, tetapi tidak tahu bagaimana menggali pengetahuannya secara efektif. Personal Knowledge Management adalah starategi individu untuk menjinakkan informasi dan memanfaatkannya.
Sadari Apa Yang Kita Tahu
Terkadang kita kagum saat bertemu seseorang yang bisa berbicara tentang segala hal dengan mengaitkan pengalaman pribadinya, pengetahuan, bacaan, pengamatan, atau juga jurnal yang serius. Orang seperti ini terasa “encer “ dan ”Knowledgable”. Ia adalah contoh orang yang memiliki personal knowledge management yang baik.
Terkadang individu mengabaikan dan tidak menghargai pengetahuan subjektif yang dimilikinya yaitu wawasan, kesimpulan pribadi, hasil intuisi, pengalaman pribadi, ekspresi , nilai maupun keyakinan pribadi.
Pengetahuan ini seringkali disimpan dalam memori yang sulit dijangkau ketika memikirkan sesuatu. Yang kerap lebih ditonjolkan adalah pengetahuan objektif, yaitu pengetahuan yang didapat secara formal sebagai hasil belajar, analisa, mengikuti seminar, dan lainnya.Biasanya pengetahuan ini mudah diekspresikan karena dilengkapi dengan data penunjang, rumus dan definisi.
Individu yang ingin memanfaatkan knowledge nya secara utuh, perlu mempunyai strategi mentransformasi potongan-potongan pengetahuan, baik objektif maupun subjektif sehingga memiliki database yang seimbang.
Cari, pilih,pilah, Beri judul Pribadi
Informasi tidak secara gratis disuguhkan kepada kita, untuk itu, individu dituntut untuk memiliki kemampuan mencari, mem browse, mengakses informasi yang dibutuhkan. Kita perlu mengaktifkan semua daya dan panca indra untuk memperoleh informasi. Pasang kuping, pasang mata, menajamkan rasa dan mengamati lingkungan sekitar sama kadar pentingnya dengan melakukan browse.
Selanjutnya menyimpan semua informasi yang anda temukan tanpa terlebih dahulu memilih dan memilah nya adalah tindakan yang salah.
Karena informasi hanya berguna bila bisa diari kembali. Informasi yang didapat juga tidak akan berguna bila kita tidak melakukan exercise dengan mengajukan Tanya jawab pada diri kita sendiri mengenai What, When, Where, Why, dan How bahkan what if dan So what.
Kesimpulan dan hasil pengolahan ini adalah milik pribadi anda, paten anda, dan untuk itu berilah judul pribadi terhadap semua informasi yang ingin kita simpan. Dengan sistimatika ini, cara pikir kita baru bisa dikatakan utuh.
Manusia hanya bisa mengingat dan mengolah 7 poin besar dalam satu momen tertentu dan kita perlu mengatur apa yang akan kita ingat dan apa yang ingin kita lupakan. Apakah setiap poin itu diisi dengan informasi yang baru atau basi, yang lengkap atau tidak lengkap, mentah atau matang akan bergatung pada cara kita mengoperasikan otak kita.
Dengan demikian otak juga menyediakan data yang “fresh “, matang dan yang memang kita butuhkan.
Berpikir teratur, continue, optimal dan efektif adalah tantangan intelektual abad ke 21 ini.
Kamis, 27 Agustus 2009
PERSONAL KNOWLEDGE MANAGEMENT
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

0 komentar:
Posting Komentar