Kamis, 27 Agustus 2009

CHANGE MANAJEMEN

Perbaikan adalah perubahan terencana menuju kepada sesuatu yang lebih baik. Namun perubahan berwajah ganda, dapat berwajah manis yang mengarah kepada kebaikan, tetapi juga dapat berwajah kurang ramah yang mengarah kepada kemunduran. Perubahan harus direncanakan dan dikelola ( manging planned change ) jika dimanfaatkan sebagai alat pengembangan perusahaan

Titik awal adalah adanya kesadaran untuk melakukan perubahan ( Change Awareness ) yang harus disuntikan ke segenap jajaran kunci organisasi melalui sebuah change awareness program.

Perubahan adalah suatu proses pembelajaran, menggantikan yang lama denga yang baru. Tanpa kesadaran ini program perubahan akan tersendat, karena rapuhnya landasan komitmen terhadap perubahan. Perlu ditumbuhkan komitmen yang kuat serta memanajemini sindrom kecemasan. Ibarat menyeberang jembatan ketemu katak disangka buaya. Baru melangkah sedikit dan menghadapi resistensi dalam bentuk ketidaksetujuan ( yang harus diantisipasi sebelumnya ) tidak meneruskan tetapi malah menyalahkan perubahannya, atau lebih gawatnya lagi agen perubahannya.

Beriukutnya adalah program visioning yaitu membuka jendela masa depan dengan mnciptakan visi yang jelas dan terfokus yang akan menuntun arah perubahan kea rah yang tepat.

Terdapat tiga kaidah perubahan.
Kaidah yang pertama adalah law of native , perubahan yang dilakukan harus melibatkan seluruh organisasi. Segenap impian yang terkemas dalam visi organisasi harus meresap kedalam sanubari anggota organisasi dan membuahkan komitmen.

Kaidah yang kedua adalah law of chaos, sesuatu yang harus disadari bahwa dalam setiap perubahan pasti timbul kekacauan. Organisasi harus menerima fakta ini dan memiliki strategi yang tepat untuk mengelola kondisi tersebut.

Kaidah yang ketiga adala law of eden, Kegiatan perubahan membutuhkan peran teladan positif yang memiliki kompetensi dan komitmen tinggi.
Secara garis besar perubahan mempunyai tiga tahap,
tahap pertama adalah persiapan perubahan, ketika perusahaan melakukan evaluasi mendalam mengenai kondisi internal dan eksternal. Diperlukan peran konsultan sebagai change strategist yang dapat melihat permasalahan secara objektif untuk mennetukan bentuk perubahan, mengembangkan strategi perubahan, serta kerangka kerja pelaksanaan aktivitas perubahan. Strategi yang ditetapkan mengikutsertakan cintigency plan dan menyisakan ruang fleksibelitas.

Tahap kedua adalah implementasi, yang harus disertai kemantapan dan kecepatan unuk mendorong dimulainya aktivitas perubahan. Aktivitas perubahan berlangsung dalam situasi dan kondisi yang juga berubah, sehingga dibutuhkan kecepatan dan fleksibelitias dalam derajat tertentu.

Implementasi perubahan memerlukan komitmen yang tinggi karena seringkali terdapat ketidakjelasan hasil dimasa masa tertentu. Perusahaan perlu menyeimbangkan antara focus pada hal-hal yang bersifat teknis degan budaya perusahaan. Budaya perusahaan memegang peran penting dalam proses perubahan dan mencegah terjadinya pseudo change yang menyentuh permukaan dan bersifat temporer.

Implementasi perubahan perlu dilaksanakan dalam jangka waktu yang tepat, karena jika berlangsung dalam jangka yang terlalu lama, hasil yang disasarkan tidak tercapai atau tidak sesuai lagi untuk situasi dan kondisi yang dihadapi begitu juga sebaliknya yang akan menimbulkan kekacauan arah bagi para pelaku aktivitas perubahan serta menurunkan peluang keberhasilan.

Tahap terakhir adalah pengelolaan hasil perubahan. Justru tantangan yang lebih besar akan dihadapi perusahaan dalam masa ini. Bagaimana mempersiapkan seluruh sumber daya perusahaan untuk memanfaatkan hasil perubahan bukanlah suatu pertanyaan yang mudah untuk dijawab.

Elemen utama utama yang juga diperlukan untuk meningkatkan keberhasilan mengelola masa pasca perubahan adalah Trust.

Ketiga tahap dalam proses perubahan terkait erat dan keberhasilan proses perubahan memerlukan hasil optimal dari ketiga tahap secara keseluruhan.Proses perubahan tidak akan sukses dilaksanakan apabila tahap persiapannya sudah tidak jelas.

Dan yang tidak boleh terlewatkan adalah memelihara momentum perubaha. Ibarat pesawat harus segera tinggal landas ketika momentumnya sudah tiba, terlepas tujuannya dekat atau jauh yang terpenting tujuan dan kerangka waktunya jelas. Jika terlambat pesawat tidak akan pernah mengudara dan tidak akan sampai tujuan.

0 komentar: